Dahulu kita hanya mengenal bata merah untuk membangun rumah. Seiring berjalannya waktu beberapa orang mulai menciptakan batako. Yang dirasa lebih murah dari bata merah dan pemasangannya lebih cepat karena ukurannya yang lebih besar. Akhir-akhir ini, mulai bermunculan inovasi baru. Yaitu bata ringan. Apa itu bata ringan?
Bata ringan adalah batu bata yang memiliki berat jenis lebih ringan daripada bata pada umumnya. Dan biasanya ukurannya lebih besar dari bata merah. Bata ringan dikenal ada 2 (dua) jenis:
- Autoclaved Aerated Concrete (AAC)
- Cellular Lightweight Concrete (CLC)
Keduanya didasarkan pada gagasan yang sama yaitu menambahkan gelembung udara ke dalam bahan baku sehinga mengurangi berat beton yang dihasilkan secara drastis. Perbedaan bata ringan AAC dengan CLC dapat dilihat pada table berikut ini
| NO | Parameter | Cellular Lightweight Concrete (Khususnya produk Pabrik Bata ringan “MDR”) | Autoclaved Aerated Concrete |
|---|---|---|---|
| 1 | Proses Pembuatan | Bata ringan CLC adalah beton
selular yang mengalami proses
curing secara alami Teknologi ini menggunakan busa (microbuble) yang dihasilkan mesin Foam Generator menggunakan bahan baku Foam Agent yang diencerkan dengan air. Foam ini dicampurkan kedalam adonan semen-pasir selama proses pengadukan dengan Mixer khusus bata ringan. Pada CLC Gelembung udara yang dihasilkan benar-benar terpisah satu sama lain, sehingga penyerapan air jauh lebih sedikit dan batu bata ringan tidak perlu dilapisi dengan lapisan anti korosi. Penyerapan air lebih rendah daripada di AAC dan masih cukup baik dibandingkan dengan beton konvensional. |
Memerlukan Oven Khusus untuk
curing Bata ringan AAC adalah beton selular dimana gelembung udara yang ada disebabkan oleh reaksi kimia, yaitu ketika bubuk aluminium atau aluminium pasta mengembang seperti pada prosess pembuatan roti saat penambahan ragi untuk mengembangkan adonan. Pada AAC susunan gelembung udara yang terbentuk saling terhubung antara satu sama lainnya, hal ini mengakibatkan air mudah meresap ke dalam beton, oleh karena itu pada pengaplikasiannya harus diberikan perlindungan kedap air |
| 2 | Bahan Baku | Bahan Baku Pasir biasa (pasir sungai), Semen biasa | Material pembuatan bata ringan AAC memakai pasir khusus yaitu silika/kuarsa (> 95% SiO2) dan harus digiling sampai ukuran mikro. seperti plaster kedap air. |
| 3 | Kelembaban | Bata ringan CLC tahan terhadap kelembaban CLC sama halnya dengan beton konvensional kekuatan akan bertambah seiring dengan waktu melalui kelembapan alamiah pada tekanan atmosfir saja | Untuk menghasilkan kuat tekan yang cukup proses pengeringan (curing) pada AAC harus menggunakan tabung autoklaf bertekanan tinggi. Namun sayangnya proses curing tersebut menghancurkan proses hidrasi dari semen yang sedang terjadi. Oleh karena alasan ini juga bata ringan AAC harus benar-benar terlindungi dari kelembaban. |
| 4 | Pemangan Paku dan Kedap Suara |
Paku dan Sekrup dapat dengan mudah dipaku ke CLC tanpa harus menggunakan pen/dowel. CLC juga dapat dipotong atau digergaji. | Densitas yang rendah dan susuanan gelembung udara pada bata ringan AAC mengharuskan penggunaan pen/dowel untuk pemasangan baut/paku pada dinding. Insulasi suara juga kurang untuk densitas yang serupa |
| 5 | Berat jenis (lihat tabel dibawah) | Meskipun tidak seringan AAC, CLC tetap menawarkan penurunan berat yang cukup besar dibandingkan dengan beton konvensional dan isolasi termal 500% lebih tinggi dan tahan api. | AAC lebih ringan daripada bata CLC. Karena proses pengeringan AAC memakai tabung khusus/oven, sehingga serapan air hilang |
| 6 | Pemasangan dan Plester | Untuk bata ringan produk Pabrik Bata Ringan “MDR” hanya memakai semen biasa untuk pemasangannya. (beberapa bata ringan CLC yang lain memerlukan mortar) Permukaan Bata ringan CLC khususnya MDR bertekstur, kegunaannya agar mudah diplester | Harus memakai semen khusus (Mortar). Bata ringan AAC atau CLC yang permukaannya polos dan halus, sehingga memerlukan teknik khusus untuk memplester (bata bata ringan tersebut di pukul agar kasar untuk memudahkan plester. Hal ini tentu memakan waktu lebih lama |
No comments:
Post a Comment